Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Halsel, Sarjan Jafar, mengatakan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi penerimaan sejak Januari hingga Oktober 2025. Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari penguatan tata kelola pendapatan serta peningkatan kepatuhan masyarakat. “Ini total realisasi dari Januari sampai Oktober, dan menunjukkan kinerja yang cukup baik,” ungkapnya pada Senin (24/11).
Dari keseluruhan sumber pendapatan, pajak daerah tercatat sebagai penyumbang terbesar. Sarjan menyebut kesadaran masyarakat untuk membayar pajak semakin membaik dan memberi dorongan signifikan terhadap pertumbuhan PAD. “Kesadaran masyarakat meningkat, dan ini menjadi sinyal positif bagi PAD kita,” tuturnya optimistis.
Dengan tren penerimaan yang terus naik, Pemkab Halsel juga percaya diri bahwa realisasi PAD hingga akhir 2025 dapat melampaui target dan menembus angka Rp 250 miliar. Untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan target baru sebesar Rp 264 miliar. Sarjan berharap seluruh OPD terus berinovasi agar peningkatan PAD dapat dicapai secara berkelanjutan. “Dengan kolaborasi seluruh OPD, kami yakin PAD Halsel akan terus bertumbuh,” pungkasnya. (Red)