Labuha, Jojagapost.com—Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Penegasan ini disampaikan dalam Apel Hari Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar di halaman Kantor Bupati, Senin (19/1/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdillah Kamarullah. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa jumlah ASN di Halsel yang kini mencapai 9.048 orang merupakan kekuatan besar bagi daerah, namun hanya akan berdampak positif jika dibarengi dengan kedisiplinan dan etos kerja yang tinggi.
Menurut Abdillah, disiplin bukan sekadar hadir tepat waktu, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar pada ASN sebagai garda terdepan pelayanan. Tanpa kedisiplinan, kualitas layanan publik akan menurun dan kepercayaan masyarakat dapat tergerus.
Untuk itu, ia meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak ragu bersikap tegas dalam mengawasi kehadiran serta kinerja pegawai di unit masing-masing. Setiap pelanggaran disiplin, kata dia, harus ditindak sesuai aturan yang berlaku, termasuk pemberian sanksi administratif hingga pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Selain menyoroti aspek kedisiplinan, Abdillah juga mengingatkan pentingnya kesiapan administrasi di seluruh OPD. Ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan akan menghadapi pemeriksaan pendahuluan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 26 Januari 2026, sehingga seluruh dokumen dan laporan keuangan harus dipersiapkan secara tertib dan akurat.
Ia berharap momentum apel ini menjadi titik awal pembenahan internal birokrasi. Dengan disiplin yang kuat dan administrasi yang rapi, Pemkab Halsel diyakini mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, serta mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada masyarakat.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan ingin memastikan bahwa besarnya jumlah ASN benar-benar menjadi modal pembangunan daerah, bukan sekadar angka, tetapi kekuatan nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. (Red)