“Kades Geti Baru Disorot Warga: Kantor Desa Disebut Lumpuh, Aktivitas Pemerintahan Dipertanyakan”.
Hal-Sel — Sejumlah warga Desa Geti Baru, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, mulai mempertanyakan keberadaan dan aktivitas Kepala Desa Geti Baru, Irwan Siru. Warga menilai, aktivitas pemerintahan desa belakangan ini tidak berjalan maksimal karena kepala desa disebut lebih sering berada di Babang, Kecamatan Bacan Timur, dibandingkan menjalankan tugas pemerintahan di desa.
Menurut keterangan sejumlah warga, Irwan Siru hanya sesekali berada di Desa Geti Baru. Setelah berada di desa selama satu hingga dua hari, kepala desa disebut kembali ke Babang. Kondisi tersebut memunculkan keresahan warga yang mempertanyakan keberlangsungan pelayanan pemerintahan desa.
“Kalau beliau ke Geti, itu hanya satu atau dua hari, setelah itu balik lagi ke Babang,” ujar salah seorang warga.
Warga menyebut kondisi tersebut turut berdampak terhadap pelayanan publik. Kantor Desa Geti Baru disebut tidak lagi berfungsi secara maksimal, bahkan pelayanan kepada masyarakat diklaim mengalami kelumpuhan. Warga yang membutuhkan berbagai urusan administrasi pemerintahan desa disebut kesulitan memperoleh pelayanan sebagaimana mestinya.
Sorotan warga juga mengarah pada aktivitas Irwan Siru selama berada di Babang. Warga menyebut kepala desa lebih banyak menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan usaha jual beli ikan di Pasar Babang. “Kades dia lebe suka bajual ikan di Pasar Babang, jadi so tara mau urus desa,” kata seorang warga.
Tak hanya keberadaan kepala desa, warga juga mengungkapkan bahwa istri dan anak-anak Irwan Siru disebut lebih banyak berada di Babang dan diduga telah menetap di wilayah tersebut. Kondisi ini, menurut warga, semakin menimbulkan pertanyaan mengenai keberadaan keluarga kepala desa serta aktivitas pemerintahan yang seharusnya berpusat di Desa Geti Baru.
Di sisi lain, warga mengklaim sejumlah program desa juga belum berjalan sebagaimana mestinya. Minimnya aktivitas pemerintahan desa disebut membuat berbagai urusan masyarakat tertahan dan Desa Geti Baru terkesan tidak mendapatkan pengelolaan pemerintahan yang optimal. “Desa seperti tidak bertuan. Banyak hal yang seharusnya diurus pemerintah desa, tetapi tidak berjalan,” ungkap warga lainnya.
Atas kondisi tersebut, sejumlah warga meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Bupati, turun tangan untuk mengevaluasi kondisi pemerintahan Desa Geti Baru, termasuk memeriksa kinerja dan keberadaan kepala desa. Warga bahkan mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Irwan Siru sebagai Kepala Desa Geti Baru, termasuk mempertimbangkan tuntutan warga terkait pencopotan dari jabatan apabila ditemukan pelanggaran berdasarkan ketentuan yang berlaku. Hingga berita ini disusun, keterangan dari Kepala Desa Geti Baru maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan masih diperlukan untuk memberikan hak jawab dan penjelasan atas berbagai tudingan tersebut. (Red)