Bacan, Jojagapost.com— Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Halmahera Selatan yang dijadwalkan pada 7 November 2026, senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bacan, Wilcho Rusu, mengajak seluruh kader GMKI untuk menjaga netralitas dan menghormati mekanisme organisasi. (28/10/2026)
Wilcho menilai, agenda Konfercab PIKI perlu menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi, keterbukaan, serta kepatuhan terhadap konstitusi organisasi. Terlebih, sejumlah Curriculum Vitae (CV) bakal calon ketua dan sekretaris PIKI telah masuk ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dengan beberapa nama yang diketahui memiliki latar belakang sebagai senior GMKI.
Menurutnya, munculnya senior GMKI dalam kontestasi tersebut tidak seharusnya membuat kader di tingkat cabang terjebak dalam dukungan terbuka kepada kandidat tertentu. Ia berharap GMKI tetap berdiri sebagai organisasi kader yang independen, sekaligus mampu mengawal proses demokrasi organisasi secara bijaksana dan bertanggung jawab.
“Yang terpenting, GMKI tetap menjaga netralitas dan tidak kehilangan fokus terhadap tujuan pengkaderan. Kita harus memberikan ruang bagi proses Konfercab PIKI untuk berjalan sesuai mekanisme dan konstitusi yang berlaku,” pesan Wilcho.
Ia juga menekankan bahwa GMKI dan PIKI memiliki ruang untuk membangun sinergi dalam memperjuangkan kepentingan umat, masyarakat, dan bangsa. Karena itu, perbedaan pilihan dalam kontestasi organisasi hendaknya tidak menjadi alasan untuk merusak hubungan persaudaraan maupun menghambat peluang kolaborasi pada masa mendatang.
Wilcho berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana tetap kondusif, menghormati setiap tahapan pemilihan, serta mengedepankan kedewasaan dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa GMKI Cabang Bacan perlu terus memperkuat proses pengkaderan dan mempertahankan independensinya, sementara Konfercab PIKI diharapkan berlangsung secara terbuka, demokratis, dan konstitusional. (Red)